//
you're reading...
Uncategorized

PLURALITAS

Pluralitas adalah  kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. Karena itu, pluralitas tidak dapat terwujud atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai antitesis dan sebagai objek komperatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. Pluralitas tidak dapat disematkan kepada ‘situasi cerai-berai’ dan ‘permusuhan’ yang tidak mempunyai tali persatuan yang mengikat semua pihak, tidak juga kepada kondisi ‘cerai-berai’ yang sama sekali tidak memiliki hubungan antar masing-masing pihak.

Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial, atau yang bagian-bagiannya dipaksa untuk menciptakan ‘keutamaan’, ‘keunikan’, dan ‘kekhasan’ tersendiri. Setidaknya, ketika penilaian itu diletakan dalam dunia nyata, bukan berdasarkan kemungkinan atau atas dasar kekuatan.

Pluralitas mempunyai tingkatan-tingkatan yang ditentukan oleh faktor ‘penyatu dan pengikat’ yang menyatukan dan mengikat masing-masing dimensinya dalam suatu kesatuan. Dalam tingkatan yang tinggi ada pluralitas peradaban yang mempunyai keunikan masing-masing. Peradaban-peradaban itu memiliki tingkatan yang di dalamnya terdapat pluralitas mazhab, kecenderungan berpikir, nasionalisme, bahasa, dan negara. Masing-masing individu dalam pluralitas ini mempunyai perbedaan dalam kekhasan dan keunikan, yang kemudian seluruhnya bertemu dalam ikatan peradaban yang satu yaitu peradaban manusia yang merangkumnya.

Islam hanya mengakui ‘ketunggalan’ (yang tidak mempunyai sisi parsial dan bentuk plural) semata bagi Zat Allah SWT dan tidak bagi makhluk, seluruh alam, dan semua yang ada di segala bidang dan dunia makhluk (materil, hewani, manusia, dan pemikiran), yaitu semua yang berdiri di atas kemajemukan, interelasi, serta yang tersusun dari partikel lain dan unsur-unsur yang terpisah. Dengan demikian, pemikiran Islam (dengan sikapnya yang pasti, sepasti akidah agama dan bahkan substansi akidah ini) menjadikan pluralitas (dalam seluruh penomena makhluk) sebagai suatu ‘sunnah’ dari sunnah-sunnah Allah dalam penciptaan dan makhluk seluruhnya, dan suatu ayat (tanda kekuasaan) dari ayat-ayat Allah SWT yang tidak ada pengganti dan perubahan baginya.

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2012
S S R K J S M
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: