//
you're reading...
Uncategorized

Pluralitas dan Perbedaan “Sunnah dari Fitrah dan Peraturan-peraturan yang Tidak Tergantikan dan Tidak Berubah”

Islam adalah agama fitrah yang artinya,  makrifat terhadap Allah SWT dan iman kepada-Nya adalah sesuatu yang telah terpasang dalam diri manusia. Dalam Islam, pluralitas dan perbedaan masing-masing pihak masuk dalam kategori fitrah yang telah digariskan oleh Allah SWT bagi seluruh manusia.

Fitrah itu dapat saja dibendung. Namun, ia tetap sebagai sunnah (ketentuan) dari sunnah Allah SWT yang tidak dapat berubah atau tergantikan. Maka, manusia tidak akan pernah menjadi satu tipe tertentu saja, tetapi mereka akan terus berdeda-beda satu sama lain. Hal ini sebagaimana telah digariskan Al-Qur’an dalam surat Hud: 118-119.

Perbedaan syariat-syariat adalah kemajemukan yang alami dalam kerangka kesatuan agama yang satu. Sedangkan, perbedaan atau selisih pendapat dalam pokok-pokok akidah agama atau pokok-pokok syariat yang satu, adalah suatu penceraiberaian yang menimbulkan permusuhan dan perselisihan. Masing-masing pihak yang terlibat dalam perselisihan tidak dapat bersatu.

Perbedaan dan kemajemukan yang telah difitrahkan Allah SWT bagi manusia adalah untuk tujuan hikmah-hikmah Ilahiah yang besar. Pluralitas dan perbedaan merupakan motivator bagi pihak-pihak yang berbeda untuk berkompetisi, saling dorong serta berlomba.

Namun, tindakan saling dorong dan saling membela, yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu, harus terus bersifat membawa manfaat, berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan (tetap), serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri itu. Karena harus ada timbangan yang konstan yang harus dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih, dan kata akhir sebagai rujukan dalam berdebat, serta ada tujuan yang sama dari anak manusia. Kemudian tentang perinciannya dapat berbeda bagi masing-masing orang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan generasi. Fakta seperti ini sangat penting untuk menjaga pokok-pokok agama dari campur tangan manusia sehingga agama tetap menjadi timbangan yang konstan dan hukum yang adil.

Perbedaan dan kemajemukan dalam kerangka kesatuan pokok-pokok yang tetap dan satu, dan perbedaan pemahaman adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun manusia harus mengambalikan perbedaan itu kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai hakim tertinggi, sehingga perselisihan dapat hilang dan tidak terus membebani.

Kemajemukan dan perbedaan yang alami dan baik, tidak terjadi dalam pokok-pokok yang menjadi kesatuan jika dalam pokok-pokok kesatuan itu terjadi perselisihan. Perselisihan itu adalah “permusuhan” bukan “kemajemukan”, dan menjadi masalah dalam agama dan dalam hukum Ilahi yang konstan.

Oleh karena itu, dibutuhkan “kesatuan” bagi kemajemukan dan rujukan bagi perbedaan yang terjadi, serta suatu kebersamaan dari orang-orang yang berbeda dengan kekhasan masing-masing. Sehingga, pluralitas itu menjadi pertengahan yang adil dan seimbang diantara kutub-kutub yang ada. Karena manusia, dalam asal fitrah mereka dan awal penciptaan mereka, telah berbeda-beda tapi bersatu dan bersatu tapi berbeda-beda, serta mereka berselisih tetapi mempunyai kesatuan pendapat, serta mempunyai kesatuan pendapat tapi juga berselisih pendapat.[1]

Pluralitas, perselisihan, dan perbedaan tidak berarti perpecahan dalam agama, selama hal itu masih berada dalam koridor kesatuan Islam, yang terwujud dalam pokok-pokoknya yang konstan, yang merupakan ciptaan Ilahi, diketahui secara fitrah dan refleks, baik pluralitas itu dalam hukum-hukum agama, dari fikih furu’, maupun dalam bidang politik.

Dalam hukum-hukum agama yang lain dan cabang fikih, serta strategi pembangunan, pluralitas dan perselisihan diantara ijtihad pemikiran diakui oleh Islam sebagai suatu sunnah yang fitrah dari sunnah Allah SWT dalam pemikiran manusia, yang tidak tergantikan atau berubah.


[1] Dr. Muhammad Imarah, Islam dan Pluralitas; Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan, (Jakarta: GIP. 1999 M), hlm. 38

 

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2012
S S R K J S M
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: