//
you're reading...
Uncategorized

ASESMEN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan luar biasa pada dasarnya menganut prinsip paedagogik yang sehat dan menguntungkan semua pihak. Asumsi dasarnya adalah manusia itu sangat bervariatif yaitu normal, berkelainan, dan berkebutuhan khusus. Untuk mengetahui bahwa seseorang dikatakan normal, berkelainan, atau berkebutuhan khusus maka diperlukan suatu kegiatan yang dinamakan asesmen. Asesmen adalah proses pengumpulan informasi atau data tentang penampilan individu yang relevan untuk membuat keputusan (Ronald L. Taylor; 1984).

Berdasarkan uraian tersebut di atas, hasil asesmen ini pada dasarnya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan. Baik digunakan untuk penyusunan program, penempatan/pengelompokkan siswa, perbaikan pembelajaran, pengayaan, dan lain sebagainya. Apabila seorang siswa sudah dapat diketahui tentang berbagai informasi tentang karakteristiknya, maka memudahkan guru dalam menentukan tindakan selanjutnya. Namun demikian, Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa selama ini hasil asesmen ternyata kurang dapat dipergunakan guru secara optimal. Hasil asesmen hanya digunakan sebatas untuk diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan dan orang tua siswa pada akhir semester atau tahun ajaran baru. Sementara terhadap program pembelajaran, tampaknya tak bergeming karena sudah terbiasa dengan buku pegangan yang dimilikinya.

Dalam peraturan pemerintah No. 72 Tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Biasa (PLB) dikatakan bahwa Pendidikan Luar Biasa (PLB) berfungsi untuk menempatkan tamatannya agar mampu mengatasi kelainan yang disandangnya dan mampu mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja, atau mengikuti pendidikan lanjutan. Mengacu pada peraturan pemerintah tersebut maka dapat dikatakan bahwa asesmen sangat penting dilakukan guru agar para siswa mampu mengikuti pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimilikinya. Dengan memperhatikan hal tersebut maka dapat dimungkin kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. June L. Bigge sebagaimana dikutip Sardiman (1987:166) mengatakan bahwa agar anak dapat mengikuti pengajaran maka diperlukan program pengajaran yang sesuai dengan kemampuan anak.

 

B. RUANG LINGKUP ASESMEN

Dalam pendidikan luar biasa, asesmen ruang lingkupnya terbagi menjadi 2 (dua) aspek, yaitu kemampuan dan kematangan. Aspek kemampuan meliputi berbagai kompetensi siswa berdasarkan bakat, minat, dan intelegensi. Sementara aspek kematangan meliputi kematangan sosial dan sikap.

C. TUJUAN ASESMEN

Asesmen dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) pada dasarnya bertujuan untuk:

  • mendapatkan informasi mengenai berbagai data tentang diri siswa;
  • alat pengklasifikasian dan penempatan;
  • alat untuk mengevaluasi program;
  • alat pelaporan terhadap suatu kegiatan; dan alat pengambilan keputusan.

 

D. PROSEDUR ASESMEN

Pada prinsipnya ada dua jenis prosedur asesmen, yaitu formal dan informal. Kedua prosedur tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Prosedur asesmen formal

Bentuk ini dipergunakan dalam prosedur asesmen melalui cara pengadministrasian, penyaringan, dan interpretasi hasil. Sementara alat tes yang dipergunakan biasanya memiliki aturan yang baku, bisa bersifat individual atau kelompok terutama pada prestasi akademik dalam pembelajaran. Prosedur asesmen formal ini berhubungan  dengan kemampuan prestasi belajar, tes bakat, dan tes intelegensi.

2. Prosedur asesmen informal

Prosedur asesmen informal biasanya dipakai untuk menentukan tingkat kinerja, dokumen kegiatan siswa, dan perubahan-perubahan belajar secara langsung. Dalam prosedur informal, umumnya digunakan tes yang berbeda, misalnya: quiz, ejaan atau kertas kerja menulis, membaca, dan berhitung. Penilaian pada prosedur asesmen informal biasanya lebih bersifat subjektif. Prosedur asesmen informal menurut Mc. Loughin (1988:7) dilakukan dengan mempergunakan:

  • observasi;
  • analisis pengalaman kerja;
  • analisis tugas;
  • inventarisasi informal; dan
  • tes yang tidak memakai standar.

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2012
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: