//
you're reading...
Uncategorized

Strategi Pembelajaran Analisis Nilai (cooperative learning)

Strategi pembelajaran analisis nilai adalah suatu model penyajian bahan yang bertolak dan berorientasi pada proses penyajian nilai yang terkait dengan obyek atau kualitas obyek. Penggunaan strategi ini diarahkan pada tujuan agar siswa aktif selama proses pembelajaran melalui pengkajian suatu nilai tertentu, yang pada gilirannya siswa akan memiliki komitmen terhadap nilai tersebut.

Adapun manfaat dari strategi pembelajaran analisis nilai adalah untuk mengarahkan dan melatih penalaran siswa dalam menentukan pilihan terhadap suatu nilai, menunjukkan dan menyadarkan kepada siswa akan adanya suatu nilai yang luhur, dan melatih siswa agar dalam berperilaku selalu berpedoman pada satu nilai tertentu yang dianggap luhur.

Pelaksanaan strategi pembelajaran analisis nilai mengikuti 2 (dua) tahapan, yakni:

  1. Persiapan, langkah-langkah yang harus dilakukan guru: rumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, pilih sekaligus tetapkan topik yang akan dibahas selama proses pembelajaran, buat ilustrasi atau mencari guntingan media massa (kliping) yang memuat artikel yang berhubungan dengan topik bahasan, serta buatlah bagan pada kertas manila, sebagai berikut:
  2. Pelaksanaan, langkah-langkah yang harus dilakukan guru adalah: menginformasikan esensi nilai yang akan dicapai selama pembelajaran, menginformasikan topik yang akan dibahas, menginformasikan langkah-langkah kegiatan analisis nilai yang  yang akan dilakukan oleh siswa dalam membahas topik, seperti pada bagan yang disediakan, secara individual melalui curah pendapat, minta siswa untuk mengemukakan contoh kasus dalam masyarakat berupa perbuatan yang mencerminkan sikap sehubungan dengan topik bahasan, secara individual tugaskan agar siswa menganalisis kasus dengan menunjukan berbagai nilai yang berkaitan, secara kelompok tugaskan agar siswa mendiskusikan nilai-nilai yang terkait  dengan satu kasus, secara kelompok tugaskan agar siswa merumuskan dan melaporkan hasil diskusi apabila masing-masing kelompok dalam laporannya ternyata ada yang kurang mendekati kebenaran yang dimaksud, maka adakanlah silang pendapat secara klasikal, secara klasikal ajukan pertanyaan untuk menguji komitmen siswa terhadap nilai suatu kasus sehubungan dengan topik pembahasan, dan secara klasikal tugaskan agar siswa mengemukakan contoh-contoh akibat tindakan seseorang yang bertentangan dengan nilai esensial.

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2012
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: