//
you're reading...
Uncategorized

Strategi Pembelajaran Analisis Sosial (cooperative learning)

Strategi pembelajaran analisis sosial adalah suatu model penyajian bahan pembelajaran secara induktif yang berorientasi pada cara kerja keilmuan dengan pola masalah atau kasus, hipotesis pengumpulan dan pengolahan data, dan penarikan kesimpulan sebagai penguji hipotesis.

Strategi pembelajaran analisis sosial dilandasi oleh proses pemenuhan rasa ingin tahu dengan menggunakan pengalaman empiris yang berorientasi pada penarikan kesimpulan atas dasar fakta. Adapun tujuan dari  strategi pembelajaran analisis sosial adalah agar siswa aktif selama proses pembelajaran dengan segenap potensinya melalui pengkajian terhadap masalah atau kasus tertentu.

Manfaat dari strategi pembelajaran analisis sosial adalah menumbuhkan cara berpikir kritis, analitis, sistematis dan logis pada diri siswa, melatih siswa dalam menentukan pilihan sikap yang benar jika menghadapi suatu masalah, melatih keberanian siswa dalam mengemukakan isi hatinya secara bebas dan terbuka, melatih kepekaan sikap siswa dalam menghadapi setiap masalah di lingkungannya, atau merasakan adanya masalah (feeling of perflexity).

Dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan strategi pembelajaran analisis sosial ini terdiri dari 2 (dua) tahapan, yakni: persiapan dan pelaksanaan.

Pada tahap persiapan, hal-hal yang harus dikerjakan guru adalah:

  1. rumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai;
  2. pilih sekaligus tetapkan topik yang akan dibahas selama proses pembelajaran;
  3. siapkan guntingan media massa (kliping) yang memuat artikel sehubungan dengan topik bahasan; serta
  4. buatlah bagan pada kertas manila, sebagai berikut:

Sedangkan pada tahap pelaksanaan, hal-hal yang harus dikerjakan guru diantaranya:

  1. informasikan esensi tujuan pembelajaran yang akan dicapai;
  2. informasikan topik yang akan dibahas;
  3. informasikan langkah-langkah kegiatan analisis sosial yang akan dilakukan oleh siswa dalam membahas topik, seperti pada bagan yang disediakan;
  4. dalam curah pendapat, minta siswa untuk mengemukakan contoh kasus dalam masyarakat berupa perbuatan yang bertentangan dengan topik bahasan;
  5. secara individual tugaskan agar siswa mengkaji contoh kasus dengan cara mempertentangkan perbuatan yang dikemukakan atas dasar kenyataan dengan perbuatan  yang seharusnya ada;
  6. secara kelompok, tugaskan agar siswa merumuskan contoh kasus yang akan dikaji dalam bentuk pertanyaan tentang masalah dalam hidup bermasyarakat;
  7. secara individual tugaskan agar siswa merumuskan hipotesis atas contoh kasus yang dipertentangkan;
  8. secara kelompok, tugaskan agar siswa mengadakan wawancara berkenaan dengan perbuatan dan hipotesis yang telah dirumuskan, dengan jalan bertanya dan menjawab pertanyaan;
  9. secara kelompok, tugaskan agar siswa merumuskan hasil wawancara secara singkat;
  10. secara kelompok, tugaskan agar siswa mermbuat kesimpulan tentang jenis perbuatan yang dirasakan bertentangan dengan topik;
  11. secara individual tugaskan agar siswa mencocokan hipotesis dengan kesimpulan  yang  telah dirumuskan; dan
  12. secara kelompok, tugaskan agar siswa merumuskan kesimpulan akhir pembahasan.

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2012
S S R K J S M
« Agu   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: