//
you're reading...
Uncategorized

Model-Model Pembelajaran (2)

Arti dan Makna Model-Model Pembelajaran

Untuk mengatasi berbagai problematika dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model pembelajaran yang dipandang mampu mengatasi kesulitan guru dalam melaksanakan tugas mengajar dan juga kesulitan siswa dalam belajar. Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan (Syaiful Sagala, 2003:175). Sementara Komarudin (2000:152)  memandang bahwa model dapat dipahami sebagai:

  • suatu tipe atau desain;
  • suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati;
  • suatu sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi yang dipakai untuk menggambarkan secara matematis suatu obyek atau peristiwa;
  • suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas yang disederhanakan;
  • suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin akan imajiner, dan
  • penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya.

Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya, walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia yang sebenarnya. Atas dasar pengertian tersebut, maka model pembelajaran dapat dipahami sebagai kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pembelajaran bagi para guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Model pembelajaran menurut Joyce dan Weil (2000:13) adalah suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku pelajaran, buku-buku kerja, program multimedia, dan bantuan belajar melalui program komputer. Sebab model-model ini menyediakan alat-alat belajar yang diperlukan bagi para siswa. Hakikat pembelajaran menurut Joyce dan Weil adalah membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan diri, dan belajar bagaimana cara belajar. Hasil akhir atau jangka panjang dari pembelajaran adalah kemampuan siswa yang tinggi untuk dapat belajar lebih mudah dan efektif di masa yang akan datang. Model pembelajaran tidak hanya memiliki makna deskriptif dan kekinian, akan tetapi juga bermakna prosfektif dan berorientasi ke masa depan.

continue reading……>

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Model-Model Pembelajaran (1) « aahafidz - 1 September 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2012
S S R K J S M
    Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: