//
you're reading...
Sumbang Tulis

Sandaran dalam Mengetahui Sebab Turun Al-Qur’an

writed by: Asep, S.Ag., M.Hum

Para Ulama bersandar dalam mengetahui sebab turun (asbabun nuzul) atas kebenaran riwayat-riwayat dari Rosulullah SAW, atau dari para sahabat. Al-Wahidi berkata,  “Tidak benar perkataan itu dalam sebab-sebab turunnya Al-Kitab kecuali dengan riwayat dan pendengaran mereka yang menyaksikan turunnya Al-Qur’an dan mereka telah sepakat tentang sebab-sebab turunnya Al-qur’an, dan mereka membahas dari keilmuannya, dan mereka menemukan pencariannya.” Dan ini adalah jelas pendapat-pendapat para ulama yang terdahulu, sungguh mereka itu berhati-hati dalam mengatakan sesuatu.

Berkata Muhammad bin Sairin, Ubaidah bertanya tentang ayat di dalam Al-Qur’an, Ia berkata, “Bertakwalah kepada Allah dan berkatalah yang benar, berpendapat bahwa telah meninggal orang-orang yang mengetahui seuatu yang Allah turunkan dari Al-Qur’an, yaitu para sahabat.” Tentang ini diambil dari perkataan Ibnu Sairin tentang ulama para tabi’in yang bagus riwayatnya dan yang lemah lembut dalam memisahkannya. Sesungguhnya hal itu menunjukan atas keharusan berpedoman tentang sebab-sebab turunnya Al-Qur’an yang jelas. Oleh karena itu, berpegang pada yang diriwayatkan dari perkataan-perkataan para sahabat yang susunannya tersambung mesti jelas sebab turunnya Al-Qur’an.

Assuyuti  menyebutkan tentang perkataan para tabi’in apabila telah jelas dalam sebab turunnya maka itu diterima, dan kedudukuannya sebagai mursal. Apabila saran itu dari ulama-ulama tafsir yang telah mengambilnya dari para shabat, seperti : mujahid, Akromah, dan Said bin Jubair.

Dan telah mengambilnya Al-Wahidi dari ulama-ulama asroh kemudahan mereka tentang periwayatan sebab turunnya Al-Qur’an yang terhindar dari kedustaan, dan mereka takut dari ancaman-ancaman yang berat ketika dia berkata : “Pada hari ini setiap orang pendapatnya telah lemah dan telah hilang kepercayaannya serta jaman ini telah penuh kebodohan serta tidak berfikir atas ancaman bagi orang yang bodoh dengan sebab ayat tersebut.”

 

Definisi sebab turunnya Al-Qur’an secara ringkas terbagi atas 2 bagian:

  1. Menceritakan suatu kejadiannya.

Maka turunnya Al-Qur’an menurut perkembangannya, seperti yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Ia berkata ketika turunnya ayat Nabi Saw keluar sehingga naik ke sofa, Ia berseru wahai Dhobahah berkumpullah kalian, lalu dia berkata : “Apakah engkau tidak memikirkan, seandainya aku memberitahukan kepada kalian, sesungguhnya pasukan telah keluar dari gunung, apakah kalian memperhatikan?” Mereka menjawab : “Kami tidak akan kembali pada kebohongan.” Ia berkata : “Sesungguhnya aku akan memberi peringatan bagi kamu siksa yang pedih.” Abu Lahab berkata : “Celakalah bagimu, telah berkumpul tentang ini.” Dia berdiri, maka turunlah surat ini

  1. Rosulullah ditanya tentang sesuatu, maka turunlah Al-Qur’an dengan menjelaskan hukum hal tersebut. Seperti Haulah binti Tsa’labah ketika nampak dari suaminya Ausho bin Shomit. Maka ia pergi dan mengadu hal tersebut. Dari Aisyah, Ia berkata : “Semoga kamu diberkahi yang luas pendengarannya dari segala sesuatu, sesungguhnya saya benar-benar mendengar perkataan Hailah binti Tsa’labah, dan menyembunyikan sebagiannya kepadaku dan ia mengadu tentang suaminya kepada Rasulullah. Dan ia berkata : “Ya Rasulullah keadaan telah hilang dan perutku kesakitan sehingga  apabila umurku telah tua dengan amal telah putus secara dzohir!. Wahai Tuhanku aku mengadu kepada-Mu, Ia berkata : “Telah sampai hal ini, maka turunlah ayat

Membaca Al-Qur’an itu, manusia harus mengetahui sebab-sebab turunnya ayat, tidak mungkin Al-Qur’an turun tanpa sebab yang terjadi atau pertanyaan, ada juga Al-qur’an turun sebagai keimanan, kewajiban atau syariat Allah dalam kehidupan individu dan sosial. Al-Ja’bari berkata : “Turunnya Al-Qur’an menjadi 2 bagian, yaitu turunnya sebagai permulaan dan sebagai siksa atas kejadian atau pertanyaan.”

Oleh karena itu, mengetahui sebab turunnya Al-qur’an sebagai berikut:

Al-qur’an turun dengan keadaan waktu tibanya turun, seperti kejadian ataupun pertanyaan. Keuntungan-keuntungan mempelajari sebab-sebab turunnya dan kami menjadikan dari berita-berita dari kejadian terdahulu dan yang terjadi pada masa lalu. Assuyuti berkata: “Dan yang sangat penting dalam sebab turunnya yaitu turunnya sebuah ayat pada hari terjadinya turun untuk mengeluarkan apa yang dikatakan oleh Al-Wahidi dalam menerjemahkan surat Al-Fiil atas kisah pada masa Habasyah, hal tersebut  bukanlah sebagian dari sebab turunnya sesuatu, akan tetapi hal tersebut dari berita-berita tentang kejadian yang terdahulu. Seperti cerita kaum Nabi Nuh, ‘Aad dan Tsamud membangun rumah dan sebagainya. Begitu juga dengan menceritakan Firman Allah maka hal tersebut bukanlah sebagian dari sebab turunnya Al-qur’an.

Manfaat mengetahui sebab turunnya Al-qur’an

  1. Menjelaskan hukum dari berbagai hukum-hukum dan menjaga untuk kemaslahatan umat.
  2. Mengkhususkan hukum apa yang terjadi dari hukum apa yang dilihat dari keumuman lafadz.

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2012
S S R K J S M
    Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: