//
you're reading...
Uncategorized

Model-Model Pembelajaran (3)

Klasifikasi Model-Model Pembelajaran

1. Model Pembelajaran Pencapaian Konsep

Model pembelajaran pencapaian konsep bertujuan agar siswa terlatih untuk membangun sekaligus mengembangkan konsep sendiri dalam kerangka berpikir berdasarkan realita yang dialami pada ciri-ciri suatu peristiwa. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir induktif dan mengembangkan sekaligus menganalisis konsep yang merupakan alat untuk mengorganisir sejumlah pesan yang tertangkap oleh indera ke dalam kerangka berpikir. Di samping meningkatkan kemampuan intelektual dalam mengolah informasi yang tersedia.

Untuk mengimplementasikan model pembelajaran pencapaian konsep, ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Persiapan, meliputi:  memilih dan mendefinisikan konsep-konsep yang terkait dengan topik kajian,  memilih atribut atau ciri-ciri khusus sebagai parameter dari suatu konsep; dan mengembangkan contoh-contoh positif atau “ya” dan negatif atau “tidak” dari suatu konsep.
  • Pelaksanaan, meliputi: secara klasikal guru menyajikan contoh-contoh positif dan negatif sehubungan dengan topik kajian, serta menugaskan siswa untuk mengidentifikasi atributnya, siswa mengidentikasi atribut atau ciri-ciri khusus dari contoh-contoh positif dengan menjawab “ya” dan “tidak” serta contoh-contoh negatif dengan menjawab “tidak” kemudian membandingkan  diantara keduanya, siswa merumuskan definisi atau pengertian suatu konsep berdasarkan atribut yang esensial, serta penilaian proses dan hasil pencapaian konsep.

2. Model Pembelajaran Cooperative Learning

Menurut Johnson & Johnson (1996) model pembelajaran cooperative learning adalah suatu metode pembelajaran dalam kelompok-kelompok kecil dimana siswa belajar dan bekerjasama untuk mencapai tujuan seoptimal mungkin. Esensinya adalah tanggung jawab individu sekaligus kelompok, sehingga dalam diri setiap siswa tumbuh dan berkembang perilaku saling ketergantungan secara positif.

Terdapat beberapa manfaat ketika pembelajaran menggunakan model pembelajaran cooperative learning, yaitu:

  • Meningkatkan kemampuan siswa untuk bekerjasama dan bersosialisasi;
  • Melatih kepekaan diri, empati melalui variasi perbedaan sikap-perilaku selama bekerjasama;
  • Mengurangi rasa kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri;
  • Meningkatkan motivasi belajar (partisipasi dan minat), harga diri dan tingkah laku yang positif; serta
  • Meningkatkan prestasi belajarnya.
About these ads

About ahfidz

I am the always curios person. n I do enjoy it as a part of my way.

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Model-Model Pembelajaran (2) « aahafidz - 1 September 2012

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2012
S S R K J S M
    Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya.

Komunitas

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 896 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: